REMBUG STUNTING DESA SUNGAI BAMBAN TAHUN 2026
- Jun 11, 2026
- Hadriansyah
Sungai Bamban, 10 Juni 2026 – Pemerintah Desa Sungai Bamban menggelar Rembug Stunting di Kantor Kepala Desa Sungai Bamban, Rabu 10 Juni 2026. Forum ini membahas langsung usulan-usulan penanganan stunting bagi 4 orang anak yang terdata di desa setempat.
Kegiatan dihadiri oleh Camat Rantau Badauh atau yang mewakili, ahli gizi Puskesmas Rantau Badauh, perangkat desa, kader posyandu, kader PKK, tokoh masyarakat, serta orang tua balita yang menjadi peserta terkait. Kehadiran lintas pihak ini bertujuan menyatukan data, identifikasi masalah, dan menyusun langkah penanganan yang konkret dan terukur.
Dalam pemaparannya, ahli gizi Puskesmas Rantau Badauh menjelaskan kondisi 4 kasus stunting yang ada, mulai dari pola asuh, pola makan, sanitasi, hingga akses layanan kesehatan. Berdasarkan data tersebut, peserta rembug membagi usulan ke dalam beberapa fokus penanganan :
1. Intervensi gizi spesifik: Pemberian makanan tambahan bergizi, monitoring tumbuh kembang balita rutin di posyandu, dan edukasi gizi seimbang untuk orang tua.
2. Intervensi gizi sensitif: Perbaikan akses air bersih dan sanitasi, pendampingan keluarga dalam pola asuh, serta pemberdayaan ekonomi keluarga agar mampu memenuhi kebutuhan gizi anak.
3. Penguatan peran kader dan keluarga: Pelatihan kader posyandu dan PKK untuk pemantauan tumbuh kembang, serta pendampingan intensif bagi keluarga dengan balita stunting.
Kepala Desa Sungai Bamban menyampaikan bahwa penanganan stunting tidak bisa berjalan sendiri. “Data 4 kasus ini jadi tanggung jawab kita bersama. Hasil rembug hari ini akan kita masukkan ke RKPDes dan dikawal sampai tuntas,” ujarnya.
Camat Rantau Badauh atau yang mewakili mengapresiasi inisiatif desa yang cepat merespons data stunting. Ia mendorong seluruh unsur terkait untuk menjalankan usulan sesuai peran masing-masing dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam layanan.
Rembug stunting ini ditutup dengan kesepakatan tindak lanjut berupa pembagian tugas, jadwal pendampingan, dan mekanisme monitoring bersama antara desa, puskesmas, dan kader. Pemerintah Desa Sungai Bamban menargetkan penurunan kasus stunting melalui penanganan terpadu yang dimulai bulan ini.